![]() |
| Ketua Panitia AM FISE, Danang Prio Utomo, M.M |
Para mahasiswa tersebut akan menjalankan kegiatan pembelajaran dan program pendidikan di sekolah mitra dengan pendampingan 15 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) selama pelaksanaan program.
Asistensi Mengajar merupakan kegiatan akademik yang memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi sesuai bidang keilmuan sekaligus memahami dinamika pendidikan di satuan pendidikan.
Program tersebut diarahkan untuk memberikan pengalaman experiential learning kepada mahasiswa, sekaligus mengembangkan kemampuan akademik, keterampilan profesional, komunikasi, kerja sama, kepemimpinan, dan pemecahan masalah.
Dekan FISE Universitas Hamzanwadi, Dr. Muh. Fahrurrozi, M.M., mengatakan Asistensi Mengajar harus dipandang sebagai ruang pembelajaran yang mempertemukan pengetahuan akademik dengan kebutuhan pendidikan secara langsung.
Menurutnya, mahasiswa perlu memperoleh pengalaman nyata di sekolah agar mampu memahami persoalan pendidikan sekaligus mengembangkan kemampuan berinteraksi dengan peserta didik dan lingkungan sekolah.
“Mahasiswa harus mampu menjadikan sekolah sebagai ruang belajar yang nyata, bukan hanya untuk mengajar, tetapi juga belajar berkomunikasi, bekerja sama, dan menyelesaikan persoalan,” ujar Fahrurrozi.
Ia berharap kehadiran mahasiswa di sekolah mitra mampu memberikan kontribusi positif sekaligus memperkuat kesiapan mahasiswa sebagai calon tenaga profesional yang memiliki kompetensi dan tanggung jawab di bidang pendidikan.
Fahrurrozi juga mengingatkan mahasiswa untuk menjaga nama baik almamater, menghormati guru pamong, membangun komunikasi yang baik, serta menunjukkan kedisiplinan selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
“Jangan melihat Asistensi Mengajar hanya sebagai kewajiban akademik, tetapi jadikan kesempatan ini untuk belajar menjadi pendidik profesional, adaptif, bertanggung jawab, dan mampu memberikan solusi,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia AM FISE, Danang Prio Utomo, M.M., mengatakan persiapan pelaksanaan telah dilakukan melalui sejumlah tahapan untuk memastikan mahasiswa memiliki pemahaman dan kesiapan sebelum menjalankan program.
Menurut Danang, mahasiswa terlebih dahulu memperoleh pembekalan mengenai konsep, tujuan, mekanisme, tata krama kehidupan sekolah, pengelolaan lembaga pendidikan, serta berbagai aspek teknis pelaksanaan program.
“Pembekalan diarahkan agar mahasiswa tidak hanya siap secara akademik, tetapi memahami etika, tanggung jawab, serta cara membangun kerja sama dengan sekolah selama menjalankan program,” jelas Danang.
Setelah pembekalan, mahasiswa melakukan pendalaman bersama DPL untuk memperoleh arahan mengenai pelaksanaan kegiatan, termasuk penyusunan program dan mekanisme pendampingan selama berada di sekolah sasaran.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa menyusun program berdasarkan permasalahan dan potensi sekolah, kemudian melaksanakan kegiatan melalui kerja sama dengan pihak sekolah serta melakukan konsultasi secara berkala.
Mahasiswa juga diwajibkan mencatat kegiatan melalui logbook, mendokumentasikan pelaksanaan program, melakukan refleksi, serta menyusun laporan sebagai bagian dari pertanggungjawaban akademik.
Selain pelaksanaan program di sekolah, mahasiswa juga diwajibkan menghasilkan artikel ilmiah dari kegiatan Asistensi Mengajar untuk dipublikasikan pada jurnal yang terindeks minimal SINTA 4. Publikasi artikel tersebut menjadi salah satu syarat dikeluarkannya nilai Asistensi Mengajar.
Dalam proses publikasi, DPL memiliki kewajiban membimbing mahasiswa dalam penyusunan artikel ilmiah, sementara mahasiswa wajib mencantumkan nama DPL dalam artikel yang dipublikasikan.
Sementara itu, DPL bertugas memberikan bimbingan sejak tahap perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi, termasuk mengontrol program, membimbing penyusunan laporan dan artikel, serta melakukan monitoring lapangan.
Program Asistensi Mengajar FISE Universitas Hamzanwadi dilaksanakan selama satu semester dengan pola blok selama 24 minggu efektif, sedangkan waktu efektif kegiatan ditetapkan selama enam hari kerja setiap minggu.
Pelaksanaan program diharapkan tidak hanya memenuhi capaian akademik mahasiswa, tetapi memperkuat hubungan kemitraan antara FISE Universitas Hamzanwadi dan satuan pendidikan dalam mendukung pengembangan kualitas pembelajaran.
Asistensi Mengajar juga menjadi sarana memperkuat kemitraan sekaligus memberikan dukungan pemikiran, tenaga, ilmu, dan teknologi bagi pengembangan pembelajaran di sekolah.
Melalui program tersebut, FISE Universitas Hamzanwadi berharap mahasiswa memperoleh pengalaman profesional yang kuat, menghasilkan karya ilmiah, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi sekolah selama menjalankan Asistensi Mengajar 2026.
