Dutarakyat.com – RSUD dr. R. Soedjono Selong berhasil
melaksanakan operasi perdana Laparoscopic Appendectomy yakni prosedur bedah minimal invasif (minim sayatan) untuk mengangkat
usus buntu yang meradang atau terinfeksi.
Tindakan tersebut dilakukan terhadap pasien
yang didiagnosis mengalami Apendisitis Akut dan membutuhkan penanganan darurat
(cito) untuk mencegah risiko komplikasi yang lebih serius.
Kepala Bagian Humas RSUD Selong, Muksan Efendy,
M.Kes, mengatakan operasi tersebut menjadi langkah penting dalam pengembangan
layanan bedah modern di rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Lombok Timur.
"Ini merupakan operasi Laparoscopic
Appendectomy pertama, dan berhasil dilakukan di RSUD dr. R. Soedjono Selong,”
ujar Muksan, Ahad (07/06/2026) di Selong.
Melalui metode ini, dokter bedah hanya membuat
tiga lubang kecil berdiameter sekitar satu sentimeter pada perut pasien.
Melalui bantuan kamera dan instrumen khusus, usus buntu yang mengalami
peradangan berhasil diangkat dalam waktu sekitar 40 menit.
Menurutnya, pasien datang dengan diagnosis
Apendisitis Akut yang membutuhkan tindakan operasi segera untuk mencegah
terjadinya ruptur atau pecahnya usus buntu yang dapat menyebabkan infeksi luas
di rongga perut (peritonitis).
Keberhasilan operasi tersebut juga didukung
oleh kesiapan tim anestesi dalam menangani fase krusial sebelum pembedahan
dilakukan. Karena operasi menggunakan anestesi umum (general anesthesia),
pengamanan jalan napas menjadi prosedur yang sangat penting.
“Sebelum operasi dimulai, tim anestesi terlebih
dahulu melakukan pengamanan jalan napas menggunakan teknik laringoskopi,” imbuh
Muksan.
Muksan menjelaskan, tindakan ini sangat penting untuk
mencegah risiko aspirasi paru, yaitu masuknya isi lambung ke saluran pernapasan
yang dapat menimbulkan komplikasi serius selama proses anestesi.
Ia menjelaskan teknik laparoskopi memiliki
sejumlah keunggulan dibandingkan operasi terbuka. Selain mengurangi rasa nyeri
pascaoperasi, metode ini juga menghasilkan luka yang lebih kecil sehingga bekas
operasi lebih minimal dan masa pemulihan pasien menjadi lebih cepat.
"Keunggulan utama metode ini adalah nyeri
pascaoperasi yang lebih ringan, luka operasi yang kecil dan minim bekas, serta
waktu pemulihan yang lebih cepat. Pasien umumnya dapat pulang 24 hingga 48 jam
lebih cepat dibandingkan operasi terbuka," jelasnya.
Saat ini kondisi pasien dilaporkan stabil dan
terus menunjukkan perkembangan yang baik. Pasien sudah diperbolehkan berjalan
secara bertahap dan direncanakan pulang lusa.
“Ini menunjukkan teknik bedah minimal invasif
memberikan manfaat nyata dalam mempercepat proses pemulihan pasien,"
tambah Muksan.
Ia menegaskan, keberhasilan operasi perdana
tersebut menjadi bukti komitmen RSUD dr. R. Soedjono Selong dalam meningkatkan
kualitas pelayanan kesehatan melalui pemanfaatan teknologi medis yang lebih
modern dan efektif.
"Laparoscopic Appendectomy kini menjadi
salah satu pilihan layanan bedah di RSUD dr. R. Soedjono Selong. Teknik ini
memungkinkan pasien pulih lebih cepat dengan luka operasi yang sangat kecil,
bahkan hanya sebesar kancing baju," pungkasnya.
