
Kegiatan Rakor pembahasan Elpiji di Lombok Timur
Dutarakyat.com — Menanggapi usulan Bupati Lombok Timur terkait permintaan super ekstra dropping elpiji 3 kilogram, Sales Branch Manager (SBM) Rayon 1 NTB Pertamina Patra Niaga, Tommy Wisnu Ramdan, menyatakan pihaknya akan terlebih dahulu melaporkan usulan tersebut ke kantor pusat.
Tommy menjelaskan, selama periode 1 hingga 14 April, distribusi elpiji di wilayah Lombok Timur, baik penyaluran reguler maupun fakultatif, telah mencapai rata-rata 40.556 tabung per hari.
Angka tersebut menunjukkan adanya peningkatan pasokan sekitar 5.000 hingga 6.000 tabung per hari dibandingkan kondisi normal.
“Penambahan ini merupakan bentuk upaya kami untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Di sisi lain, para agen mengaku menghadapi tantangan dalam menjaga stabilitas distribusi. Salah seorang agen, Reza, mengungkapkan bahwa pangkalan telah diimbau untuk membatasi pembelian masyarakat, yakni maksimal satu tabung per orang.
“Para agen tidak bisa berbuat banyak, bahkan Pertamina pun kewalahan. Saat ini tren masyarakat membeli sekaligus tabung dan isinya,” kata Reza.
Ia menambahkan, meskipun penyaluran tambahan telah melebihi alokasi normal, pihak agen tetap mengingatkan agar penjualan dilakukan sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
Permintaan yang terus meningkat juga diduga dipengaruhi oleh penggunaan elpiji bersubsidi di sektor non-rumah tangga.
Berdasarkan temuan di lapangan, terdapat sekitar 1.000 kandang ayam di Lombok Timur, sebagian di antaranya menggunakan elpiji 3 kg. Selain itu, mitra dari program Dapur MBG juga disebut turut memanfaatkan gas bersubsidi tersebut.
Kondisi ini menjadi perhatian berbagai pihak karena berpotensi mengganggu ketersediaan elpiji bagi masyarakat yang berhak.
Pemerintah daerah bersama Pertamina diharapkan dapat segera menemukan solusi agar distribusi elpiji tetap tepat sasaran dan kebutuhan masyarakat terpenuhi.