![]() |
| Promotor Prof I Made Pageh dan Direktur Pasca Prof I Nyoman Jampel |
Capaian akademik tersebut mendapat apresiasi dari jajaran pengurus SMSI Lombok Timur. Sekretaris SMSI Lombok Timur, Dr. Karomi, menyampaikan ucapan selamat sekaligus rasa bangga atas keberhasilan tersebut.
Menurutnya, predikat cumlaude mencerminkan dedikasi, ketekunan, serta kualitas akademik yang unggul. “Yang membanggakan, beliau meraih predikat cumlaude. Prestasi ini menjadi bukti kerja keras dan konsistensi beliau dalam menekuni dunia akademik,” ujar Karomi, Senin (09/02/2026).
Karomi menegaskan, promosi doktor yang diraih Hanapi bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga membawa nama baik organisasi SMSI Lombok Timur. Ia menilai capaian tersebut merupakan buah dari perjalanan panjang Hanapi yang konsisten di dunia jurnalistik, akademik, dan organisasi.
“Kami dari segenap pengurus SMSI Lombok Timur mengucapkan selamat atas promosi doktor ini. Pencapaian tersebut tentu tidak mudah dan penuh perjuangan hingga sampai pada titik hari ini,” ucapnya.
Diketahui, Hanapi telah menekuni dunia jurnalistik sejak 2004 dan tumbuh melalui proses panjang di lapangan. Ia pernah aktif di berbagai media cetak lokal hingga nasional sebelum akhirnya mengelola Koran Corong Rakyat tahun 2009.
Selain sebagai jurnalis, Hanapi juga dikenal sebagai akademisi di Universitas Hamzanwadi. Menurut Karomi, gelar doktor yang diraih hari ini semakin memperkuat posisi Hanapi sebagai figur yang mampu menjembatani dunia pers dan akademik.
“Beliau tidak hanya praktisi media, tetapi juga pendidik. Gelar doktor ini mempertegas kontribusinya dalam pengembangan ilmu dan profesionalisme jurnalistik,” ujar Dosen Universitas Gunung Rinjani tersebut.
Karomi berharap capaian akademik ini menjadi energi baru bagi SMSI Lombok Timur dalam membangun ekosistem media yang sehat, kredibel, dan beretika, khususnya di wilayah Lombok Timur.
Ia juga menilai prestasi Hanapi dapat menjadi inspirasi bagi para jurnalis dan generasi muda untuk terus meningkatkan kapasitas diri melalui pendidikan formal tanpa meninggalkan integritas dan idealisme pers.
“Keberhasilan ini membuktikan bahwa jurnalis juga mampu unggul di dunia akademik dan organisasi. Semoga capaian ini membawa manfaat luas bagi dunia pers dan pembangunan daerah,” tutup Karomi.
